Jatimbangkit.com
Headline Kesehatan Mojokerto Nasional Terkini

Kapolresta Mojokerto bersama Wakil Walikota Inspeksi Mendadak Tes Genose C19

Mojokerto Bangkit – Forkopimda Kota Mojokerto melaksanakan Pengecekan Tes Genose C19 Di Stasiun Kota Mojokerto. Senin (26/04/21), Kapolres Mojokerto Kota AKBP Deddy Supriadi, S I.K, M.I.K. mendampingi Wakil Walikota Mojokerto H. A.Rizal Zakaria, Dandim 0815 Mojokerto Letkol Inf Dwi Mawan Sutanto. SH. diwakili Pabung Dim usai mengikuti Vidcon terkait PMI.

Wakil Wali Kota Mojokerto, Ahmad Rizal Zakaria mengatakan tenaga kerja luar negeri yang akan kembali ke Kota Mojokerto telah disediakan tempat karantina di rusunawa sebelum pulang ke rumahnya masing-masing.

Wakil Walikota dan Kapolresta Mojokerto bagi Masker, Handsanitizer

“Tadi kita sudah rapat tekhnis vidcon dengan pak Kapolda dan pak Pangdam V Brawijaya terkait persiapan penyambutan PMI soal apa yang harus di siapkan dan harus dilakukan,” terangnya usai melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) di Stasiun Kereta Api Mojokerto.

Ahmad Rizal Zakaria menjelaskan, sesuai petunjuk rapat, Pekerja Migran yang masuk ke Indonesia akan dilakukan karantina selama lima hari. Yakni dua hari di tempatkan di Asrama Haji Surabaya dan selebihnya, selama tiga hari di karantina di Kota atau Kabupaten masing-masing.

“Jadi setelah tiba, mereka terlebih dulu di karantina di Asrama Haji lalu kita jemput dan kita karantina lagi di Rusunawa Cinde, Kecamatan Magersari,” Jelas Wakil Walikota.

Rusunawa ini nantinya akan dilakukan tes swab. Jika hasilnya positif maka akan dilakukan prosedur isolasi, namun jika negatif maka mereka akan diperbolehkan untuk ke rumahnya masing-masing.

“Kalau se indonesia jumlahnya ada 14 ribuan PMI yang balik ke Indonesia. Untuk Kota Mojokerto jumlahnya tak banyak, mungkin satu atau dua orang saja,” jelasnya.

Sementara itu, Kapolresta Mojokerto, AKBP Deddy Supriadi mengatakan, tujuannya sidak ke stasiun ini juga untuk melihat alat geNose. Pasalnya, saat larangan mudik nanti, alat ini bakal dimanfaatkan untuk melakukan tracing terhadap pemudik yang lolos dari penyekatan.

Baca Juga :  Densus 88 Kembali Menangkap Dua Terduga Teroris di Jatim

“Tanggal 6 hingga 17 April nanti seluruh moda transportasi akan di liburkan, tak terkecuali kereta api. Untuk itu, kita manfaatkan alat GeNose stasiun ini untuk melakukan tracing ke rumah-rumah pemudik yang berhasil lolos dari penyekatan. Kita datangi mereka dan kita lakukan tes GeNose,” tegasnya.

Pihaknya meminta peran aktif Ketua RT dan Ketua RW untuk ikut mengawasi keluar masuk warganya. Ini untuk mencegah penyebaran wabah corona.

“Jangan segan laporkan ke kita jika ada pemudik yang datang. Ini untuk keselamatan kita bersama,” tambah Kapolresta Mojokerto AKBP Deddy Supriadi.

Dalam kegiatan ini tidak hanya mengcek namun Kapolres Mojokerto Kota AKBP Deddy Supriadi, S I.K, M.I.K. mendampingi Wakil Walikota Mojokerto H. A.Rizal Zakaria, Dandim 0815 Mojokerto Letkol Inf Dwi Mawan Sutanto. SH. diwakili Pabung Dim juga menyapa penumpang sekaligus bagi  Masker dan Hans sanitizer serta pamflet tentang larangan mudik lebaran idul Fitri 1442 H/ 2021 M. (Mk/Dw)

 

baca juga :

Tinjau Posko PPKM, Kapolresta Mojokerto : Edukasi Prokes dan Himbau Tidak Mudik

Redaksi Mojokerto

Serdik Sespimen Sholat Taraweh Bareng Kapolres Mojokerto Gelorakan MESRA

Redaksi Mojokerto

Polwan Cantik sebagai Dan Up Apel Kesiapan Ops Keselamatan Semeru 2021

Redaksi Mojokerto