Jatimbangkit.com
Headline Mojokerto Pemerintahan Terkini

Silaturahmi Forkopimda Bersama Mahasiswa PMII, GMNI, HMI Se-Kota Mojokerto

Mojokerto Bangkit – Silaturahmi Forkopimda Bersama Organisasi Kemahasiswaan atau OKM, dengan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) se-Kota Mojokerto, yang diselenggarakan oleh Bakesbangpol Pemkot Mojokerto di Ruang Nusantara.

Selaku Moderator acara Silaturahmi Moch. Imron S.Sos.,M.M menyapa dan membuka dengan kegiatan dengan sambutan Walikota Mojokerto.

Hj Ika Puspitasari mengucapkan dalam kegiatan Silaturahmi ini, harapan kita akan menghasilkan sebuah keputusan-keputusan yang bisa kita sepakati bersama bagaimana adik-adik mahasiswa ini bisa bersinergi bersama-sama untuk mewujudkan apa yang menjadi tugas dan tanggung jawab kita sesuai dengan posisi kita dari Kepolisian, TNI, Kejaksaan juga Pemerintah daerah.

“Bagaimana Mahasiswa ini juga berperan untuk membantu bersinergi bersama kami yang saya hormati bahwa dalam menjalankan tugas dan peran kita kewenangan kita di daerah ini khususnya di Kota Mojokerto kami tidak bisa bekerja hanya mengandalkan dari sumber daya manusia yang ada di institusi kami masing-masing, kami membutuhkan partisipasi dan peran dari masyarakat berbagai elemen termasuk elemen Mahasiswa, kita tahu bahwa peran Mahasiswa di era demokrasi ini sangat penting,” kata Ning Ita sapa akrabnya

Mahasiswa memiliki sebuah idealisme objektivitas dan juga keberpihakan kepada masyarakat tentang isu-isu yang terjadi di negara kita secara umum berimbas ke beberapa daerah termasuk Kota Mojokerto akan menjadi sebuah isu yang perlu untuk disikapi terkait idealisme objektivitas dan keberpihakan rekan-rekan Mahasiswa kepada masyarakat.

Kita bersama-sama menguatkan rasa solidaritas yang tinggi baik di internal organisasi anda maupun organisasi, karena disini ada tiga organisasi maupun dengan kami yang ada di jajaran Forkopimda ini saudara sekalian yang saya hormati selain objektivitas dan keberpihakan terhadap rakyat.

“Mahasiswa merupakan agen perubahan ini mengingatkan kita yang lebih senior berada disini bahwa perubahan ke arah yang lebih baik itu didorong oleh kreativitas dan inovasi bagaimana era disrupsi ini semuanya digerakkan oleh generasi muda yang memiliki inovasi dan kreativitas yang tidak terbatas dalam rangka menghadapi era disrupsi yang menjadi tuntutan zaman, namun pada sisi yang berbeda kita masih bisa melihat bahwa adanya gerakan-gerakan yang keluar dari norma-norma tersebut termasuk beberapa minggu yang lalu adanya terorisme yang membuat kita semua harus ibaratnya kalau kemarin kita itu kondisinya 80% kewaspadaan maka sekarang kewaspadaannya harus 150% kenapa demikian saat ini kita sedang menghadapi pandemi covid yang merupakan bencana nasional non alam,” ujar Walikota

Mahasiswa seringkali diidentikkan dengan cara penyampaian pendapat melalui gerakan-gerakan yang sifatnya sporadis dan upaya fulgar, dialog lebih baik daripada mengeluarkan pendapat dengan cara-cara yang lebih dikenal dengan turun ke jalan, itu akan lebih enak kalau kita duduk bersama begini apalagi tempatnya dingin daripada panas-panasan di jalan.

Baca Juga :  Dukungan Masyarakat untuk Petugas yang Berjuang Melawan Covid-19

“Angka keterpaparan Covid  bisa dikendalikan, tidak mungkin bapak Kapolres hanya dengan anggotanya yang terbatas dengan anggotanya yang terbatas pemerintah kota dengan yang jumlahnya hanya 100 sekian orang, tapi kita membutuhkan keterlibatan seluruh elemen di sana ada relawan yang mayoritas adalah para pemuda yang ada di lingkungan masing-masing, ada tenaga kesehatan, ada tokoh masyarakat yang menjadi panutan yang juga bisa memberikan pemahaman dan sosialisasi kemasyarakatan artinya semua terlibat bersama-sama bagaimana mengendalikan angka keterpaparan Covid,” Papar Walikota kepada Mahasiswa

Dalam Silaturahmi ini, Kapolresta Mojokerto mengucapkan terima kasih kepada Ibu Walikota yang sudah memfasilitasi kegiatan ini, jadi perlu adik-adik dan sahabat-sahabat ketahui kegiatan silaturahim ini dimulai dari hari Selasa dengan mengundang organisasi masyarakat Islam dibawah naungan NU, kemudian di hari keduanya Muhammadiyah, LDII dan yang lain-lainnya, hari ini tiba gilirannya terhadap himpunan Mahasiswa yang hadir saat ini,

“Saya akan menyampaikan mendasari isu yang dimunculkan tadi oleh ibu Walikota terkait dengan kegiatan adik-adik selama ini bahwa walaupun turun ke jalan mereka ini tetap paling damai di antara yang lainnya, ini saya munculkan kembali aksi mereka di tanggal 10 Oktober 2020 dalam penolakan UU Omnibuslow,” Apresiasi Kapolresta mendapat applause dari 66 Mahasiswa yang hadir

Polresta Mojokerto bersama Kodim 0815 beberapa waktu lalu telah lancar dan sukses melakukan kegiatan pengamanan rangkaian ibadah Paskah umat Kristiani perlu diketahui sahabat-sahabat ketahui bahwa pengamanan itu tidak dilakukan hanya TNI Polri saja ditiap-tiap gereja, juga ada Banser, Kokam, Pencak Silat dan Satgas PDIP,  ada lagi ada unsur menginginkan turut berpartisipasi dalam keamanan tersebut,

“Ternyata apa yang saya nilai bahwa memang nilai aman itu adalah mahal, sama halnya pada saat kita melaksanakan kegiatan demo beberapa waktu yang lalu tidak dikatakan mahal, tapi karena nilai aman itu mahal maka semuanya menginginkan tertib pelaksanaannya sama hanya tadi saya katakan pengamanan ibadah Paskah beberapa waktu yang lalu hal tersebut juga dilakukan karena mengantisipasi isu terorisme yang ada di Makassar, kemudian kejadian yang ada di Mabes Polri itu memunculkan kesiapsiagaan petugas keamanan untuk over estimate, semua itu butuh kerjasama, butuh koordinasi dan kolaborasi, Ucap AKBP Deddy Supriadi.

Terima kasih kepada sahabat-sahabat sekalian yang juga pada saat ada kegiatan melakukan hal namanya komunikasi, koordinasi dan kolaborasi terkait dengan isu terorisme ini tentunya perlu diketahui juga bahwa sebelumnya di provinsi Jawa Timur ini ada dilakukan penindakan sebanyak 22 orang pelaku teror oleh Densus 88 dan 1 diantaranya di tangkap di Mojoanyar, itu adalah yang tidak diketahui pasti kalian bahwa sebenarnya berdomisili di Kota Mojokerto, yang bersangkutan tinggal di Link. Miji,

Baca Juga :  Polsek Prajuritkulon Beri Sanksi Kepada Pemilik Cafe Yang Tak Patuhi Prokes

“Artinya pelaku pelaku terorisme bukan berarti yang kemarin ditangkap itu sudah selesai masih ada orang-orang yang saat ini masih kita lakukan pemantauan bekerjasama Intelijen, namun masih dipandang sebagai sel tidur, seperti itu karena ada beberapa tingkatan seseorang menjadi paham terorisme yang pertama adalah intoleran, dia pasti sudah tidak memandang lagi apa yang dikatakan perbedaan,”

Ia hanya memandang bahwasanya menurut pemahaman dia adalah ini yang benar, yang lain tidak benar kebalikan dari pengertian toleransi hidup berdampingan, menghargai keberagaman, kebhinekaan, kemajemukan itu semua dikatakan toleransi tapi kalau toleransi dia sudah memulai bahannya untuk tidak sesuai dengan apa yang biasa dilakukan oleh orang-orang yang bertoleransi, contohnya atau gambarannya bertoleransi adalah pengamanan itu sendiri di saat umat Kristiani melaksanakan ibadah, umat Islamnya atau organisasi Islam membantu pengamanannya, demikian sebaliknya pada saat ibadah umat Islam itu sendiri jadi tingkatan pertama adalah intoleransi tingkatan yang berikutnya setelah orang menjadi intoleransi adalah radikalisme,” Sambung Kapolresta

“Paham radikalisme menginginkan perubahan secara drastis terkait dengan sosial politik dengan cepat karena tidak menginginkan adanya keberagaman itu sendiri setelah orang menjadi radikal tingkatan berikutnya adalah menjadi terorisme, paham yang menginginkan dengan cara kekerasan atau ancaman kekerasan membuat suasana teror yang bisa memunculkan korban ataupun merusak tatanan sosial yang ada sehingga seseorang menjadi terorisme pasti dia sudah otomatis radikal, tapi seseorang yang radikal belum tentu dia menjadi teroris,” Kata AKBP Deddy Supriadi

“PPKM Mikro harus dilakukan, karena sudah dipahami sudah 1 tahun berlalu bagaimana menyikapi penanganan covid 19 tersebut terakhir tadi Ibu Walikota mengatakan bahwasanya ada larangan pemerintah untuk tidak mudik,”

Di tahun lalu kurva kenaikan Covid 19 setelah Idhul Fitri meningkat, kenapa dilarang mudik karena sudah banyak kejadian di Jakarta itu muncul virus-virus baru, varian baru, jenis baru yang kecepatan penularannya lebih cepat daripada virus sebelumnya, kemarin ada namanya B117 sekarang yang lebih dahsyat lagi yaitu E484K.

Kapolresta Mojokerto juga mensosialisasikan Surat edaran dari Menag RI dengan nomor : SE 03 tahun 2021 tentang Panduan ibadah ramadhan dan idul fitri tahun 1442 hijriyah/2021 yang intinya semua harus dilakukan dengan Protokol Kesehatan.

Dilanjutkan dengan pertanyaan dari masing masing Ketua Mahasiswa kepada Forkopimda sebagai berikut

Baca Juga :  Tinjau NTT, Panglima dan Kapolri Fokuskan Evakuasi Korban dan Kirim Bantuan

PMII, Kenapa ada banyak yg merangkap jabatan, Dimana peran pemkot untuk mendukung mahasiswa, Krn selama ini lebih banyak didukung oleh polres

Jawab Walikota Mojokerto, ada regulasi yang harus ditaati. Dalam mutasi promosi kami taati betul karena jabatan teknis tidak boleh kosong, Kekosongan pejabat tidak hanya di kota Mojokerto. Sembari menunggu proses harus ada Plt. dan kami tengah dalam proses.

GMNI, Dari Pemkot diberikan ruang dialog yang lebih luas seperti ini atau akan diperluas per organisasi. Kewaspadaan ditingkatkan.

Walikota menjawab, PMII sudah pernah audiensi ketika ka kesbangnya Pak Anang. IPNU. Kami bisa support selama itu sesuai aturan. Ada mekanisme, jadi kalau tidak ada Anggaran Pemkot tidak bisa memberikan support.

GMNI, sudah  pernah beraudiensi di pemkot. Contoh yang sudah pernah dilakukan adalah dengan pengrajin alas kaki. Pemkot menerima keluhan dr para pengrajin dan disimpulkan dg pemkot memberikan sepatu gratis yang dikerjakan oleh pengrajin dr paguyuban sepatu. Dg syarat produk dr paguyuban masuk di e-katalog. Saya jg ingin regulasi yang ditetapkan berpihak kepada rakyat. Ide kreatifnya mahasiswa apa?arahan dari pusat adalah Kesehatan, perekonomian dan Jaringan Pengamanan Sosial.

HMI untuk larangan mudik seharusnya tidak melarang harusnya ada solusi lain dari Forkopimda kalua hanya satgas tapi  juga melibatkan mahasiswa, memberikan ruang untuk mahasiswa bisa bermanfaat untuk Indonesia. Berkerumun tidak bisa dihindari jangan cuma melarang tapi harus ada solusi.

Terorisme untuk menakuti, melalui media jgn terlalu dibesarkan. “Libatkan mahasiswa dalam penanganan majalah masyarakat.”

HMI,  forum ini ibarat membuka tali antara anak dan ortu. Terkait covid HMI menyebar maker dan desinfektan. Perwali 55 sanksinya kerja sosial dan denda. Di Kota pembagian masker belum rata. Tp realitanya lebih banyak yg denda. Alangkah baik nya kerja sosial lebih diutamakan ditengah krisis ekonomi Ekraf millenial dg jasa sablon.

Dari Walikota Perwali 55 ada mekanismenya yaitu sosialisasi, himbauan. Knp ada sanksi sosial. Perwali 47 hanya aturan tanpa sanksi, yg kemudian dilengkapi Dengan perwali 55 dan dikuatkan Oleh Pergub. Pemkot sdh melakukan pembagian masker secara masif melalui kelurahan dan lanjut ke RT, lewat organisasi PKK dan organisasi kewanitaan lain.

Ekraf moka di pekayon bisa dimanfaatkan oleh para pelaku usaha. Pemkot sudah ada MOU dg Menparekraf. Pariwisata juga berkaitan erat dengan ekraf.

Kapolresta menambahkan Terorisme contoh kasus adalah penemuan koper yang ditinggalkan, karena mencurigakan jadi penanganannya harus sesuai SOP.

“Penerapan sanksi Pelanggar Prokes  Ada yang sengaja tidak membawa identitas jadi  kami sita HP nya,”Tegas Kapolresta Mojokerto AKBP Deddy Supriadi

baca juga :

Dandim 0815 Bersama Kapolresta Mojokerto Simpati disambut Yel Semangat Ibu PKK

Redaksi Mojokerto

Kapolri Keluarkan Telegram Berangus Premanisme, Ini 5 Hal Yang Harus Dijalankan Kapolda

Redaksi Mojokerto

Cuaca Hujan, Kapolresta Mojokerto : Dipanggilnya Yustisi dan Jangan Menyerah

Redaksi Mojokerto