MOJOKERTO // jatimbangkit.com – Kapolsek Pacet, AKP Mohammad Khoirul Umam, S.E., M.H., hadir sebagai narasumber utama dalam gelaran Talk Show and Training Santri 2026 di Pondok Pesantren Amanatul Ummah, Desa Kembangbelor, Kecamatan Pacet, Senin (2/2/2026).

Acara yang mengusung tema besar “Santri Hebat, Berjiwa Kuat, dan Bermanfaat” ini diikuti oleh sekitar 100 siswa-siswi SMP/MTs BP Amanatul Ummah. Kehadiran Kapolsek yang didampingi oleh Kanit Binmas Aiptu Rizal Catur, S.H., dan Bhabinkamtibmas Aipda Nurali, S.H., bertujuan untuk memberikan pembekalan hukum dan moral kepada para santri di tengah tantangan pergaulan remaja yang semakin kompleks.
AKP M.K. Umam menyoroti isu krusial yang kerap terjadi di lingkungan pendidikan, yakni perundungan atau bullying. Ia menegaskan bahwa bullying bukan sekadar kenakalan biasa, melainkan tindakan agresif yang bisa merusak mental korban secara permanen.
”Perundungan adalah tindakan menjatuhkan mental orang lain yang lebih lemah. Ini tidak boleh terjadi di lingkungan pesantren yang menjunjung tinggi akhlak. Saya minta adik-adik santri, jangan takut. Jika kalian melihat atau menjadi korban, jangan segan untuk melapor ke Polsek, atau bahkan laporkan langsung kepada saya. Pasti akan kami tindak lanjuti,” tegas AKP Umam di hadapan para santri.
Selain isu perundungan, materi mengenai kenakalan remaja juga menjadi fokus utama. Kapolsek menjelaskan bahwa kenakalan remaja adalah pintu masuk menuju kriminalitas yang lebih serius. Ia memberikan contoh konkret perilaku melanggar norma seperti penyalahgunaan narkoba, konsumsi alkohol, kekerasan, hingga perilaku liar yang tidak terkendali.

AKP M.K. Umam mengajak para santri untuk menjadi agen perubahan dengan cara menjaga kerukunan dan saling melindungi antarteman. Menurutnya, santri yang hebat adalah mereka yang mampu membentengi diri dari pengaruh negatif dan membawa manfaat bagi lingkungannya.
”Kunci untuk menghindari hal-hal negatif tersebut adalah kebersamaan dan saling menjaga. Jadilah teman yang baik, bukan teman yang menindas. Dengan begitu, kalian akan tumbuh menjadi generasi yang berjiwa kuat sesuai tema acara hari ini,” tambahnya.
Kegiatan pemberian materi yang berlangsung selama satu jam tersebut berjalan interaktif dan tertib. Antusiasme para santri terlihat dari perhatian yang diberikan selama Kapolsek menyampaikan materi. Acara ditutup dengan komitmen bersama untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan bebas dari kekerasan.
