Jatimbangkit.com
Headline Jatim

BPS : Sensus Penduduk 2020 Jumlah Penduduk Jatim 40,67 Juta Jiwa

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Timur, Dadang Hardiwan

Surabaya (jatimbangkit.com) – Badan Pusat Statistik (BPS) merilis bahwa hasil Sensus Penduduk 2020 (SP2020), Kamis (21/1/2021). Tercatat penduduk Jawa Timur sebanyak 40,67 juta Jiwa. Ini artinya ada kenaikan 3,19 juta Jiwa dibandingkan Sensus Penduduk 2010 yang tercatat sebanyak 37,48 juta Jiwa

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Timur, Dadang Hardiwan mengatakan, dengan luas 47,8 ribu kilo meter persegi maka kepadatan penduduk rata-rata di Jatim 851 jiwa per kilo meter persegi. Sementara laju pertumbuhan penduduk selama periode 2010-2020 rata-rata 0,79 persen.
“Dilihat dari data pada periode 1971-1980 laju pertumbuhan penduduk Jatim rata-rata 3,28 persen, seiring dengan adanya program keluarga berencana (KB) maka laju pertumbuhan penduduk terus turun hingga pada 2020 pertumbuhan penduduk Jatim 0,79 persen,” ujar Dadang Hardiwan dalam rilisnya SP2020 “Mencatat Indonesia” melalui virtual, Kamis, (21/01/2021)
Kemudian dilihat berdasarkan kesesuaian alamat untuk domisili dan kartu keluarga di Provinsi Jawa Timur ini ada 93,13 persen atau sekitar 37,87 juta orang penduduk yang berdomisili sesuai dengan kartu keluarga (KK). Namun ada sekitar 6,87 persen atau 2,79 juta penduduk tidak sesuai dengan KK. “Hal ini dikarenakan ada aktifitas masyarakat karena bekerja atau sekolah dan kuliyah,” paparnya.
Menurut Dadang SP2020 dilihat dari kabupaten/kota penduduknya yang tertinggi ada di kota Surabaya sebanyak 2,87 juta orang dan terendah di Kota Mojokerto 132 ribu orang.
Berdasarkan sebaran jumlah pernduduk menurut kelompok budaya SP2020 terbesar berada dikelompok mataraman sebanyak 34,62 persen disusul kelompok arek 30,86 persen, pendalungan 24,67 persen dan kelompok Madura 9,85 persen.
Sementara profil penduduk dari SP2020 berdasarkan jenis kelamin lebih banyak perempuan dibandingkan laki-laki. Perbandingan 50,09 persen atau 20,37 juta orang perempuan dan 49,90 persen laki-laki 20,29 juta orang. Menurut sensus penduduk di Jatim periode 1971-2020,  pada 2020 ada 99 orang laki-laki setiap 100 perempuan, tetapi pada tahun 1971 ada 94 laki-laki setiap 100 perempuan, maka pada dekade ini ada peningkatan penduduk laki-laki yang ada di Jatim.
Sedangkan menurut kabupaten/kota, rasio jenis kelamin tertinggi di Kediri yakni 102 laki-laki setiap 100 orang perempuan dan rasio jenis kelamin terendah di Sumenep dimana 93 laki-laki setiap 100 orang perempuan.
Profil berdasarkan usia maka kelompok usia muda 0-14 tahun pada 1971 dari 41,60 persen menjadi 20,15 persen pada tahun 2020. Hal ini menunjukan jumlah kelahiran menurun. Kemudian jumlah penduduk usia 65 tahun keatas jumlahnya naik dari 2,47 persen menjadi 8,20 persen, ini menunjukan kesehatan masyarakat terus membaik sehingga usia harapan hidup tinggi.
Untuk penduduk produktif antara usia 15-64 tahun, meningkat dari 55,93 persen pada 1971 menjadi 71,65 persen pada 2020. Hal ini menandakan di Jatim pada 2020 sudah memasuki bonus demografi. Dimana penduduk usia kerja cukup banyak.
“Kesempatan untuk memanfaatkan bonus demografi ini agar penduduk usia kerja bisa mendukung kegiatan ekonomi,” pungkas Dadang. (*)
Baca Juga :  Bangkitkan Sektor Pariwisata Bali, Kapolri Instruksikan Vaksinasi Cepat Diselesaikan