Jatimbangkit.com
Headline Nasional Pemerintahan

Arahan Presiden Kepala Daerah se Indonesia, Kita Harus Waspada dan Hati-hati

Mojokerto bangkit – Simak Arahan Presiden RI, Kapolresta Mojokerto AKBP Deddy Supriadi, S.I.K., M.I.K. bersama Walikota Mojokerto Beserta Wakil Walikota, Dandim 0815, Kajari Kota Mojokerto, Ketua DPRD, Sekda, Asisten I, II, III Kota Mojokerto mengikuti Zoom Meeting Pengarahan Presiden Republik Indonesia Kepada Kepala Daerah Se-Indonesia Tahun 2021 dari Istana Negara di Ruang Galeri Rumah Rakyat Kota Mojokerto. Senin (17/05/21).

Setelah menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia raya, Mendagri Jenderal Pol. (Purn.) Prof. H. Muhammad Tito Karnavian Ph.D. membuka acara yang digelar secara virtual melaporkan kepada Presiden, “Angka kematian atau fatality yang harus terus menurun dan angka ketersediaan tempat tidur pasien covid-19,”

“Pimpinan forkompinda atau Forum Komunikasi dengan daerah agar benar-benar memanfaatkan forum ini dalam rangka mencegah virus covid-19 terutama peningkatan PPKM Mikro tingkat RT berharap bisa kompak dan sejalan dalam melaksanakan kebijaksanaan kebijakan penanganan,” pinta Mendagri kepada Kepala Daerah Se Indonesia

“Adanya beberapa varian baru virus covid-19 memerlukan kewaspadaan tinggi dan langkah-langkah yang tepat,” tambahnya

Dilanjutkan dengan arahan oleh Presiden RI Joko Widodo, “Saya ingin mengucapkan selamat hari raya Idul Fitri 1442 Hijriyah Minal aidin wal faizin mohon maaf lahir dan batin, saya dan bapak Wakil Presiden juga mengucapkan selamat merayakan kenaikan Isa almasih bagi umat Kristiani yang merayakannya.”

Dalam pengarahan yang dihadiri seluruh kepala daerah se-Indonesia ini, Presiden RI, Joko Widodo mengatakan Kita memeliki ketahahanan dan harus waspada.

Kita masuk ke pokok acara paska lebaran hati-hati betul kita harus waspada karena berpotensi ada potensi jumlah kasus baru covid meskipun kita telah mengeluarkan kebijakan, larangan mudik,

“Data-data yang saya terima terdapat sekitar satu setengah juta orang yang mudik dalam kurun waktu 6 Mei sampai 17 Mei, saya sampaikan ada 33% masyarakat yang berkeinginan untuk mudik ke kampung halaman kemudian ada larangan turun menjadi 11%, setelah sosialisasi turun lagi menjadi 7% dan saat pelaksanaan karena ada peningkatan penyekatan turun menjadi 1,1% memang 1,1 kelihatanya kecil sekali tetapi kalau dijumlah ternyata masih besar sekali 1,4 sekian satu setengah juta orang.”

Baca Juga :  Persiapan Pelaksanaan Vaksinasi Serentak di Bangkalan

Kita harus memiliki ketahanan, sekarang tidak mungkin selesai dalam waktu 9 s.d 2 bulan, di negara-negara tetangga kita juga mulai menurun drastis, Malaysia dan Singapore.”

“Kita harus betul-betul waspada karena ada potensi jumlah kasus baru Covid-19 meskipun kita sudah mengeluarkan kebijakan larangan mudik. 15 daerah di Indonesia, juga mengalami trend peningkatan kasus Covid-19, hati-hati,” sembari menyebut satu persatu 15 provinsi

“Saat ini ada 15 Provinsi mengalami kenaikan di antaranya Sumut, Sumbar, Riau, Lampung, Jambi hati-hati, grafisnya semuanya kelihatan sekarang kita tandai merah dan hijau, di Sumatera, Jawa dan juga perkembangan kasus di pulau Sumatera dan Aceh pada posisi yang tinggi, semua juga sama naik belum turun.” Pungkasnya

 

baca juga :

Polri Presisi Launching Aplikasi “SINAR” SIM Presisi Nasional

Redaksi Mojokerto

Malam-malam, Kapolri Blusukan di Solo Bagi Sembako ke Warga dan Pedagang

Redaksi Mojokerto

Polwan Cantik sebagai Dan Up Apel Kesiapan Ops Keselamatan Semeru 2021

Redaksi Mojokerto